Kabid Sarpras RSUD Gunungsitoli Arogan Pada Wartawan, Sekda Nias: Kita akan Melakukan Pembinaan - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Digifest BI

Digifest BI
Iklan

Saturday, December 28, 2019

Kabid Sarpras RSUD Gunungsitoli Arogan Pada Wartawan, Sekda Nias: Kita akan Melakukan Pembinaan

Sumuttimes/ist
Sumuttimes.com - Kepala Bidang Sarana Prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli, Yafeti K. Jaya Mendrofa,SE  bersikap kasar arogannya kepada wartawan. Hal tersebut ditunjukkannya saat dikonfirmasi mengenai keterlambatan penyelesaian proyek pembanguan RSUD Gunungsitoli, Jumat (27/12/2019) siang, kepada wartawan online sumuttimes.com  Yamobaso Giawa.

Kronologisnya, Yamobaso Giawa bersama ormas GNPK-RI, Eliusati Hulu hendak melakukan konfirmasi  kepada Yafeti K. Jaya Mendrofa yang merupakan Panitia Pembuat Komiten (PPK) pembangunan ruang rawat inap RSUD Gunungsitoli diruang kerjanya, mengenai keterlambatan penyelesaian proyek pembanguan RSUD Gunungsitoli yang hingga saat ini masih ada yang belum rampung.

Diantaranya sebagian pemasangan plafon, pelasteran, pengecatan dinding pada beberapa titik ruangan belum tuntas dan lain-lain. Mereka juga ingin mempertanyakan darimana asal usul uang yang diduga dibagi-bagi oleh Yafeti K Jaya Mendrofa selaku PPK kepada sejumlah oknum wartawan baru-baru ini.

Namun, kedatangan mereka disambut Yafeti K. Jaya Mendrofa dengan nada yang tinggi mempertanyakan surat jalan wartawan, serta tidak memberi keterangan apapun mengenai pertanyaan dari wartawan. Bahkan, kehadiran wartawan kemudian dicuekin.

"Sangat disayangkan, dia tidak menjawab. Malah, malah menyambut kami dengan nada tinggi dan mencueki kami, arogan. Harusnya dia memberikan konfirmasi kepada kami. Drs Idham Aziz ,M.Si yang menyebutkan jangan persulit apalagi mengancam, menghalangi kinerja pers Indonesia karena melanggar  UU Pokok Pers No.40 tahun 1999 Bab 18 sehingga ada sanksi bahkan dapat dipidana,ujar Faonaso terang-terangan," ungkap Yamobaso Giawa

Sebelumnya, wartawan Media Bongkar, Faonaso Telaumbanua mengakui bahwa beberapa waktu yang lalu dirinya sempat menemui Yafeti K. Jaya Mendrofa diruang kerjanya. Hal yang sama, Yafety K. Jaya menunjukkan tempramennya yang kasar serta mencuekinl Faonaso. Tentu wartawan merasa terkejut dan heran dengan sikap arogansi yang ditunjukkan oleh Yafety K. Jaya Mendrofa,

"Kok begini pelayanan yang selalu di dengung-dengungkan oleh Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM kepada seluruh jajarannya melalui  visi misi Bupati dan Wakil Bupati Nias periode 2016-2021 tentang penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik dengan birokrasi melayani dan profesional," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Gunungsitoli, dr Julianus Dawolo, M.Kes ketika hendak konfirmasi diruang kerjanya di lantai III RSUD Gunungsitoli,Jumat (27/12/2019) sempat bertemu dan pamit untuk makan siang, sedangkan menurut stafnya bermarga Gulo mengatakan bahwa Pak Direktur akan mengikuti Natal Oikumene di ibukota Kecamatan Gido.

Atas kejadian tersebut, Sekda Kabupaten Nias selaku Dewan Pengawas RSUD Gunungsitoli, Drs F Yanus Larosa, MAP  yang dikonfirmasi wartawan Anti Korupsi melalui telepon selulernya mengatakan kita akan melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan.

Diketahui, pembangunan rawat inap RSUD Gunungsitoli yang sudah berlangsung sejak 3 tahun yang lalu, pengerjaannya dibagi dalam 3 tahap pelaksanaan. Yakni tahap pertama dimulai tahun 2017, tahap kedua tahun 2018 dan tahap ketiga dijadwalkan selesai Desember 2019.

Sesuai dengan pernyataan Yafeti K Jaya Mendrofa selaku PPK yang dikutip dari salah satu media beberapa waktu yang lalu yang mengatakan bahwa proyek pembangunan rawat inap RSUD Gunungsitoli akan selesai bulan Desember 2019.

Untuk memastikan capaian proyek tersebut, wartawan melakukan chek and ricek di dalam gedung dan ternyata masih banyak lagi item pekerjaan yang belum rampung dikerjakan oleh kontraktor. Seperti pemasangan plafond yang belum siap, plasteran,dan lain-lain masih tahap pekerjaan. Sedangkan dua orang pekerja yang sempat ditemui wartawan dilapangan mengakui bahwa proyek yang bernilai ratusan milir rupiah itu tidak bakal siap pada bulan Desember 2019 ini. (Tim)