Anggota DPRD Sumut Berkat Kurniawan Laoli Imbau Keluarga Tanyakan Kematian Serda Iman Berkat Gea - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Ucapan natal

Monday, November 11, 2019

Anggota DPRD Sumut Berkat Kurniawan Laoli Imbau Keluarga Tanyakan Kematian Serda Iman Berkat Gea

Anggota DPRD Sumut Berkat Kurniawan Laoli dan Ketua DPD Himni Sumut Turunan Gulo menanggapi kematian anggota Serda Iman Berkat Gea (sumuttimes/ist)
Sumuttimes.com - Anggota DPRD Sumut Berkat Kurniawan Laoli Sabtu (9/11/2019) kemarin mengimbau agar keluarga mempertanyakan penyebab kematian anggota TNI Serda Iman Berkat Gea kepada institusi TNI, khsusunya kepada panglima TNI.

"Kita mendukung upaya keluarga untuk mempertanyakan masalah ini kepada institusi TNI hingga kepada panglima TNI bila perlu di lakukan," imbaunya.

Namun, ia Berkat Kurniawan Laoli menegaskan kepada pihak keluarga untuk percaya kepada pihak TNI dalam mengungkap insiden tersebut. Sebab, TNI adalah institusi yang profesional dan tegas.

"Saya yakin jika insiden ini merupakan kelalaian oknum maka pihak TNI pasti akan menghukum pihak-pihak yang patut bertanggungjawab," ujarnya.

Selain itu, ia juga menghimbau agar masyarakat/nitizen mengawal insiden tersebut dengan bijak di medsos. Jangan sampai ada kesan tidak menghormati upaya pihak institusi TNI dalam mengungkap masalah ke publik.

Secara terpisah, Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Himni) Sumut Turunan Gulo, SP, MSP melalui WhatsApp mengatakan bahwa temuan tak wajar kematian tersebut harus di autopsi dan hasilnya harus diproses sesuai hukum.

"Silahkan  diadukan saja POM saja kalau ada temuan berdasarkan hasil otopsi/VeR (visum et repertum)".

Diketahui sebelumnya kematian seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Kompi B Yonif 122 TS disebut meninggal dunia ketika mengikuti latihan bela diri Tarung Derajat di lapangan bola markas Yonif 122 TS, di Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin 4 November 2019.

Adapun korban yang meninggal berinisial Serda IBG. Dia meninggal ketika sedang melakukan sparing bela diri dengan Pratu AR. Saat itu jam menunjukkan pukul 17.15 WIB, Serda IBG terkena tendangan, di bagian dada kiri oleh Pratu AR, dan terjatuh. Dia sempat bangkit, kemudian terjatuh lagi dan tak sadarkan diri.

Bagian kesehatan Kompi, langsung membawa Serda IBG ke Klinik Buah Hati di Dolok Masihul. Selanjutnya, pukul 18.00 WIB, Serda IBG dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa itu kemudian viral melalui media sosial Facebook yang diunggah oleh pemilik akun Angelius Larosa.

Dalam unggahan itu, Angelius Larosa mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Serda IBG, putra asal Nias. Selanjutnya dia membagikan kronologis atau penyebab meninggalnya Serda IBG.
Dalam unggahan itu, mengundang banyak komentar, sebagian besar merupakan warga keturunan Nias. Mereka mengucapkan turut berduka cita. Unggahan itu juga telah dibagikan ratusan kali sampai pukul 19.00 WIB.

Seorang warganet, Otogeariaukontras dalam komentarnya terkait meninggalnya Serda IBG menuliskan,"Perlu dan penting untuk di proses".
Sedangkan pemilik akun Nurbeti Sinulingga menyampaikan, rasa kasihan karena Serda IBG masih muda dan dia mengucapkan turut berdukacita.

Ibu Serda Iman Berkat Gea pada malam harinya bermimpi bahwa dia berjumpa dengan anaknya dengan tertawa. Dalam mimpinya, Berkat Gea mengatakan sesuatu kepada ibunya.

“Ma, tolong lihat badanku,” kata dia.
Mimpi itu membuat ibu korban penasaran, seolah Berkat Gea sedang memberinya petunjuk.
Keluarga menemukan adanya jahitan luka yang terletak di bagian leher sebelah kiri dan terlihat masih baru.

Alhasil Pemakaman Jenazah Alm Serda Iman Berkat Gea akhirnya ditunda, keluarga membawa Jenazah Serda IBG ke RSU Gunungsitoli untuk dilakukannya autopsi.(sumuttimes/zat)