Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Dalam 15 Hari Mengungkap 46 Kasus - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Digifest BI

Digifest BI
Iklan

Saturday, October 12, 2019

Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Dalam 15 Hari Mengungkap 46 Kasus

 Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Sukarman di ruangan kerjanya 59 Pelaku penyalahgunaan Narkoba,sebanyak 4 orang merupakan target operasi, Sabtu 12/10 (sumuttimes/p sitorus)
Sumuttimes.com - Operasi Antik Toba  2019 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, dari tanggal 26 September sampai dengan 10 Oktober, Polisi selama 15 hari berhasil mengungkap 46 Kasus dan mengamankan 59 orang pelaku/tersangka penyalahgunaan narkotika,”kata AKP Sukarman SH,saat jumpa pers di dalam ruangan kerjanya, Sabtu (12/10/2019) sekitar pukul 11.00 Wib.

Menurut Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH MH melalui Kasat Narkoba AKP Sukarman SH mengatakan kepada wartawan dari 59 pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut, sebanyak 4 orang merupakan target operasi (TO).

Selain itu, pihaknya juga berhasil menyita berbagai barang yang dapat dijadikan barang bukti antara lain 49,3 gram sabu-sabu, puluhan alat isap (bong), puluhan telepon genggam, uang tunai, pipet kaca, puluhan plastik klip kecil warna transparan, dan timbangan digital, ganja kering 160 Gram.

"Kami terus meningkatkan kegiatan Rutin untuk memerangi peredaran narkoba di wilayah hukum khususnya Polres Pelabuhan Belawan. Kami juga melakukan sosialisasi bahaya narkoba dengan menggandeng sejumlah pihak untuk menekan peredaran barang haram itu,"tegas kasat narkoba.

Oleh karena itu, Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus penyalahgunaan di wilayah hukumnya, ada kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah.

Atas perbuatan para pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut, akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), atau Pasal 127 (1) huruf a Undang Undang RI  Nomor 35/2009, tentang Narkotika, ancaman hukuman paling lama empat tahun atau maksimal 20 tahun penjara. (Sumuttimes/P.Sitorus)