KSPSI Sebut Jangan Ada Yang coba - coba Gagalkan Pelantikan Jokowi - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Digifest BI

Digifest BI
Iklan

Thursday, October 3, 2019

KSPSI Sebut Jangan Ada Yang coba - coba Gagalkan Pelantikan Jokowi

DPW KSPSI saat beroraksi di depan gedung DPRD Sumut Rabu 2/10 (sumuttimes/zat)
Sumuttimes.com - DPW Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumut, Sabam Manalu saat berorasi di depan Gedung DPRD Sumut, Rabu, (2/10/2019) Siang untuk menyampaikan aspirasi buruh bersama mahasiswa.

Saya menitipkan harapan kepada Jokowi, dan jangan ada yang coba-coba mau menggagalkan pelantikan presiden.

Kami buruh bersama mahasiswa dan rakyat akan ikut menjaga dan memastikan semua agenda yang sesuai dengan konstitusi yang merupakan hasil pesta demokrasi harus berjalan sebagaimana mestinya", sebutnya.

Sangat percaya dan menitipkan harapan kepada Presiden Joko Widodo dalam pemerintahan periode kedua ini. "Kami percaya pemerintah akan memperhatikan aspirasi-aspirasi masyarakat. Kami percaya kepada Presiden Joko Widodo, jangan ada yang coba-coba menggagalkan pelantikan presiden. Karena siapapun yang menghalangi akan berhadapan dengan Kami mahasiswa", tegasnya.

Mahasiswa menuntut provokator yang menunggangi aksi mahasiswa anarkhis. Mendukung polisi mengungkap dalang dibalik aksi anarkhis , mengungkap sekolah yang membiarkan atau bahkan menyuruh anak didiknya untuk turun ke jalan mengikuti aksi anarkis.

Mahasiswa secara khusus berterima kasih kepada Kapolda Sumut yang menangguhkan penahanan rekan-rekan mahasiswa. "Mahasiswa ingatlah, tidak boleh ada yang ditumpangi penumpang gelap, dari segelintir kelompok bangsa yang memanfaatkan situasi ini. Keadaan yang menyebabkan situasi bangsa ini penuh aksi-aksi anarkis ini", sebutnya.

Mahasiswa tetap bersama rakyat siap menjaga negara ini dengan sepenuh hati demi Indonesia yang aman damai sejahtera serta beradab maupun berbudi pekerti luhur dan mahasiswa bersama Jokowi.

"Kami hadir disini untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari kaum kaum radikal dari kelompok-kelompok yang ingin negara ini hancur. Kami di sini ingin menunjukkan, bahwa aksi unjuk rasa bisa dilakukan dengan damai, ini jauh lebih banyak dari aksi aksi mereka itu", tutup Sabam Manalu. (sumuttimes/red)