Bupati Nias : Semoga Pemerintahan Jokowi Lebih Perhatikan Daerah Tertinggal - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Digifest BI

Digifest BI
Iklan

Thursday, October 24, 2019

Bupati Nias : Semoga Pemerintahan Jokowi Lebih Perhatikan Daerah Tertinggal

Bupati Nias Sokhiatulo Laoli
Sumuttimes.com - Meski masih banyak pro dan kontra atas kemenangan Ir H. Joko Widodo dan KH. Maruf Amin pada Pemilihan Umum April 2019 lalu namun pada akhirnya mereka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 lalu.
Demikian disampaikan Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli kepada wartawan belum lama ini. Menurutnya, setelah Presiden dan Wakil Presiden terpilih dilantik mungkin sekarang saatnya untuk meminta kepada Joko Widodo pada periode kedua kepemimpinannya, agar tetap konsen untuk mempersatukan bangsa Indonesia.
Kemudian, meminta komitmen Joko Widodo tentang pembangunan ekonomi agar bisa direalisasikan secara nasional karena semua daerah harus  ikut dibangun seperti daerah tertinggal yang seharusnya mendapat perhatian khusus,ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini.
Dikatakan bahwa saat ini masih terdapat 122 kabupaten di seluruh Indonesia yang tertinggal,dan kalau semua kabupatan dan kota bisa maju maka bangsa ini akan jauh lebih maju nantinya,” harap dia.
Memang pada pemerintahan periode pertama tak dapat dipungkiri bahwa Jokowi masih banyak kelemahan. Akan tetapi pada periode pertama pemerintahan Jokowi juga memiliki kelebihan. “Saat ini Pak Jokowi masih dapat memimpin dan inilah saatnya beliau memperbaiki kelemahan tersebut. Kita percaya, beliau mampu untuk melakukan perbaikan kelemahan-kelemahan pada periode pertama,karena suatu bangsa dianggap maju bila ada pemerataan di dalamnya. Jadi, percuma saja bila hanya Pulau Jawa yang maju sementara daerah lain masih tertinggal,contohnya saja Kepulauan Nias yang masih tertinggal,ujarnya.

Dijelaskan Bupati Sokhiatulo Laoli, potensi Nias saat ini masih terbuka lebar. Salah satu contohnya adalah lahan kosong yang bisa diberdayakan untuk perkebunan. Potensi yang sangat luar biasa di Nias adalah dari sisi pariwisata.
“Nias merupakan tujuan wisata yang sangat potensial seperti pantainya hingga gelombang laut. Kita tahu, gelombang laut di laut Nias sudah dikenal oleh dunia internasional, Permasalahannya sekarang tidak mudah bagi investor untuk datang bila infrastruktur dan aksesibilitasnya tidak memadai,ujarnya.
Khusus daerah kepulauan dan pesisir, Bupati Sokhiatulo Laoli mengatakan juga masih sangat perlu dukungan dari pemerintah pusat. Menurut dia, tidak akan ada yang bisa dilakukan bila transportasinya tidak memadai. Lalu, bagaimana kita membawa komoditas dari sini keluar bila akses tidak memadai. Jadi hanya jadi konsumsi lokal saja. Akibatnya masyarakat juga jadi malas untuk memproduksi,terangnya.
Dikatakannya, sesuai data saat ini masih ada 122 dari 514 kabupaten/kota yang masih masuk kategori tertinggal. Dari begitu banyak, Nias termasuk di dalamnya. Inilah yang harus menjadi prioritas pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua. Kalau 122 daerah ini sudah lepas maka majulah bangsa ini, katanya. (Sumuttimes/Yagi)