Kinerja Bupati Nias Barat Mengecewakan - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Wednesday, September 4, 2019

Kinerja Bupati Nias Barat Mengecewakan

Bupati nias barat Faduhusi Daeli (sumuttimes/doc)
Sumuttimes.com - Kurang lebih 4 tahun kepemimpinan Faduhusi Daely, SP.d sebagai Bupati Nias Barat hasilnya sangat  mengecewakan. Apa yang pernah dijanjikannya kepada masyarakat melalui visi misinya, ibaratnya jauh panggang dari api.
                                       
Sejumlah sumber menyebutkan, dari tahun ke tahun APBD Nias Barat selalu mengalami devisit anggaran hal ini terjadi diduga akibat adanya kebocoran dan kecurangan yang sistematis di beberapa bidang kegiatan pembangunan dan pemerintahan dilingkungan pemerintahan Kabupaten Nias Barat sehingga secara kasat mata menjadikan APBD Nias Barat sebagai “Lahan Korupsi”.

Berbagai penyimpangan keuangan daerah yang dilakukan Pemerintah Nias Barat di bawah kepemimpinan Faduhusi Daely bukan rahasia umum lagi. Data membuktikan bahwa dari Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Nias Barat yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dari tahun ke tahun selalu terdapat temuan kerugian Negara yang “Signifikan”.

Bahkan  dari beberapa kebijakan yang dilakukan Faduhusi Daely  banyak yang menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat dan berpotensi melanggar hukum.
Ketidaktaatan dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh  Faduhusi Daely selaku Bupati Nias Barat dalam menyerap dana APBD Nias Barat sejak berkuasa, dapat terungkap dari laporan hasil pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.

Seperti misalnya pada APBD Nias Barat Tahun Anggaran 2016 yang mana BPK – RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menemukan sejumlah permasalahan terutama dalam ketidakpatuhan,kecurangan,dan ketidakpatutan Pemerintah Kabupaten Nias Barat terhadap peraturan perundang-undangan. Semisal,kelebihan pembayaran belanja pegawai pada Sekretariat Daerah dan Dinas PU sebesar Rp 81.212.500,-

Selanjutnya,Realisasi belanja barang dan jasa di empat SKPD sebesar Rp 373.175.755,- kemudian kekurangan volume atas 23 paket pekerjaan pada 5 Satuan Kerja sebesar Rp 901.396.422,94 ; jaminan pelaksanaan tidak dicairkan sebesar Rp 676.462.000,- dan keterlambatan belum dikenakan sebesar Rp 1.233.557.571,41 serta Realisasi belanja langsung pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemdes yang tidak didukung bukti pertanggungjawaban sebesar  Rp 1.271.075.214,- dan masih banyak lagi dugaan penyimpangan pelanggaran yang lain yang akan kami informasikan pada berita selanjutnya, termasuk temuan BPK RI TA 2017, 2018 dan kebijakan lain yang terindikasi merugikan masyarakat.

Tokoh masyarakat Nias Barat, Martinus Daeli  kepada wartawan mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat Nias Barat kepada Faduhusi Daely sebagai Bupati Nias Barat hampir sudah hilang. Seyogianya bupati itu tidak mengkhianati kepercayaan masyarakat yang mendukungnya dan setiap perkataan hendaknya sesuai dengan perbuatan,ucap sumber.

Dari beberapa tudingan miring yang dilontarkan masyarakat Nias Barat kepada Bupati Nias Barat termasuk sejauhmana realisasi tindaklanjut yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nias Barat atas audit BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sepertinya sulit diketahui publik, namun berdasarkan informasi menyebutkan bahwa untuk menutupi devisit anggaran yang terjadi selama ini maka APBD berikutnya yang akan menutupi APBD sebelumnya. Apakah informasi itu benar,kita akan segera telusuri.

Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely ketika hendak dikonfirmasi wartawan tidak berada diruang kerjanya tetapi sedang mengikuti rapat di kantor DPRD Nias Barat, dan ketika di hubungi melalui WhatshApp tidak ditanggapi. (Sumuttimes/Yagi)