Proyek Peningkatan Jalan Afulu-Batas Nias Barat Diprotes Warga : PT MTDG Diduga Serobot Tanah Warga - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Digifest BI

Digifest BI
Iklan

Monday, September 16, 2019

Proyek Peningkatan Jalan Afulu-Batas Nias Barat Diprotes Warga : PT MTDG Diduga Serobot Tanah Warga

Caniago selaku JS dari pihak kontraktor (kiri) saat diwawancarai wartawan dilokasi proyek, Rabu (11/9) kemaren (sumuttimes/yagi)
Sumuttimes.com - Sejumlah warga masyarakat di Kampung Baru Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat memprotes kontraktor dari PT MTDG (Mandiri Tunas Djaya Gemilang) dalam mengerjakan proyek ruas Afulu-Batas Nias Barat diduga pihak pemborong melakukan penyerobotan tanah milik mereka padahal mereka tidak pernah menghibahkannya kepada siapapun.

Menurut Martinus Gulo salah seorang pemilik tanah dilokasi tersebut kepada wartawan melalui telepon selulernya, Senin (16/9) mengatakan sampai saat ini baik pihak kontraktor maupun dinas terkait tidak pernah memberitahukan kepada kami tentang adanya proyek pembangunan jalan diatas lahan kami tersebut, namun pihak kontraktor jelas-jelas telah mengkebiri hak-hak kami selaku pemilik tanah.

Apakah memang tindakan main serobot seperti itu dibenarkan di negara ini ..??
Masih menurut Martinus Gulo, pemerintah terkait dan kontraktor seyogianya memperhatikan dampak negatif yang bakal timbul kedepan terhadap pembangunan jalan ini karena sesuai ketentuan bahwa tidak boleh dilakukan penggalian tanah dalam radius 100 meter karena dapat berdampak terhadap ekosistem dikawasan itu,tetapi kalau kita perhatikan antara lokasi proyek dengan bibir pantai/laut diperkirakan kurang dari 100 meter. Selain itu,tanah untuk menimbun badan jalan sebagian bercampur pasir laut yang ada di lokasi bukan seluruhnya dari tanah galian sehingga dikhawatirkan akan mengurangi kualitas proyek,ujar Martinus Gulo.

Sementara itu pihak Kontraktor yang diwakili oleh bermarga Sitorus saat dikonfirmasi wartawan di Base Champ mereka di Sirombu menyangkut permasalahan yang timbul pada pelaksanaan  pembangunan jalan Sirombu-Afulu tersebut, Rabu (11/9) mengatakan urusan pembebasan lahan bukan urusan kita karena kontraktor hanya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pihak dinas.

Pada kesempatan itu Sitorus mengakui bahwa  pernah ada sekelompok masyarakat yang mengaku sebagai pemilik tanah dan sempat mendirikan pondok ditengah-tengah jalan yang dilalui proyek ,menurut Sitorus warga menuntut agar pihak rekanan/pemborong  membayar ganti rugi tanah,ujarnya.

Dan saat dipertanyakan kepada Sitorus kenapa SP Sianturi sebagai pimpinan pelaksana proyek tidak memantau pekerjaan proyeknya  di lapangan,menurut  Sitorus kalau bosnya  itu sibuk sedangkan menyangkut fisik proyek  dlapangan telah dipercayakan kepada  Caniago dan Togu Tambunan selaku JS,ujar Sitorus.
Untuk diketahui,proyek peningkatan struktur jalan Afulu-Batas Nias Barat dengan kontrak 02/KTR-APBN/Bb2-Wil3.S/PPK-3.6/2019 senilai Rp 47.596.796.123,33 tanggal kontrak 15 Juli 2019 dengan penyedia jasa PT Mandiri Tunas Djaya Gemilang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2019 dan masa pelaksanaan 168 hari kalender.

Kepala wilayah 3 Sumut, Selamat Rasidi Simanjuntak ketika dihubungi melalui ponselnya, Senin (16/9) sedang tidak aktif. (Sumuttimes/Yagi)