KMN UPMI Gelar Seminar Nasional Perangi Hoax Era Revolusi Industri 4.0 - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Sunday, August 4, 2019

KMN UPMI Gelar Seminar Nasional Perangi Hoax Era Revolusi Industri 4.0

KMN UPMI gelar seminar di kampus II UPMI Medan, (sumuttimes/ist)
Sumuttimes.com - Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Komisariat UPMI  bekerjasama dengan Universitas Pembangunan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan menggelar Seminar Nasional bertajuk “Urgensi Penerapan Etika dan Perangi Hoax di Era Revolusi Industri 4.0, Sabtu (3/8) siang di Auditorium Kampus II UPMI, Jalan Balai Desa Marindal II.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Komisi Yudisial Republik Indonesia, Dr. Farid Wajedi SH, M.Hum sebagai pemateri dalam seminar tersebut, memaparkan konsep Revolusi 4.0 sebagai digitalisasi dengan mengunakan media sosial (medsos). Ada pula dampak negatif dari era ini adalah pengangguran. Ini akibat pengurangan tenaga kerja manusia. Selain itu, era ini juga dapat mengancam persatuan bangsa dan menimbulkan konflik sosial penyebaran hoax, ujaran kebencian, provokasi dan fitnah di medsos.

Oleh karena itu, masyarakat khususnya mahasiswa diminta memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan kewargaan yaitu bersikap kritis dan analistis, patuh pada aturan dan menerima perbedaan dalam menangkal hoax.

"Sebelum menyebarkan berita, harus melakukan cek dan ricek kebenaran informasi, jangan mudah terprovokasi, lakukan literasi dan klarifikasi," imbaunya.

Sementara itu, mengenai hoax, Kompol Lukmin SH, yang juga menjabat sebagai Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Poldasu dalam paparannya menyampaikan, bahwa penyebaran hoax sebenarnya telah diatur dalam Pasal 390 KUHP dan Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 yang pada pokoknya menyatakan bahwa hoax atau menyebarkan berita bohong adalah sebuah tindak pidana.

"UU ITE bukanlah satu-satunya dasar hukum yang dapat dipakai untuk menjerat orang yang menyebarkan hoax atau berita bohong ini karena UU ITE hanya mengatur penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik saja," tegasnya.

Pemateri lainnya Prof. Dr Marihot Manulang, SE, MM juga mengingatkan para mahasiswa UPMI Medan untuk memiliki nilai lebih dari mahasiswa tamatan universitas lainya, agar dapat bersaing dalam era revolusi Industri 4.0 yang melanda dunia saat ini. Sebab, akan banyak peran SDM tergantikan dengan hadirnya revolusi industri 4.0.

"Apalagi para menteri saat ini selalu menekankan efisiensi, maka oleh sebab itu mahasiswa tamatan UPMI harus memiliki nilai lebih dari mahaiswa lulusan lainnya," pungkas Guru Besar UPMI tersebut.

Pantauan wartawan dilokasi seminar nasional tersebut, tampak dihadiri oleh Wakil Rektor UPMI Dr. Dahris Siregar, SH, MH, Penasehat KMN UPMI Zaman Karya Mendrofa, SH, MH, para Dosen UPMI, ratusan Mahasiswa S1 dan Pasca Sarjana UPMI serta Mahasiswa dari Unversitas lainnya. Usai seminar, acara dilanjutkan dengan pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) KMN UPMI terpilih periode 2019 – 2020 dengan susunan pengurus yaitu Ketua Syukurman Zega, Wakil Ketua Hendisman Hulu, Sekretaris Orahugo Zega, Wakil Sekretaris Antonius Hulu, Bendahara Chintya Lili Hia, yang dilakukan oleh Penasehat Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) UPMI, Zaman Karya Mendrofa SH, MH.(sumuttimes/ril)