Apdesi Nisbar Dukung Bimtek Aparat Pemerintahan Desa - Sumut Times - Portal Berita Sumut Terupdate - News For People

Berita Terbaru

Saturday, July 27, 2019

Apdesi Nisbar Dukung Bimtek Aparat Pemerintahan Desa

Para peserta Bimtek dari Kabupaten Nias Barat, bersama Ketua Apdesi Restu Gulo, S.Sos, (sumuttimes/zat)
Sumuttimes.com -  Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) mendukung diselenggarakannya bimbingan teknik (bimtek) bagi aparat pemerintahan desa sekabupaten Nias Barat. Sebab, dapat meningkatkan wawasan peserta untuk mengelola dana desa, maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Hal ini disampaikan oleh Ketua Apdesi Kabupaten Nias Barat sekaligus Wakil Ketua IPK Sumut Restu Gulo kepada wartawan, di Medan Sabtu (27/7).

Apalagi, dalam agenda bimtek yang dilaksanakan oleh aparatur desa melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah Daerah (LPPPD), para peserta diajak meninjau lokasi percontohan untuk menjadi bekal yang bisa dibawa pulang dan diterapkan di desa masing-masing.

"Di desa ada dana desa, ada dana BUMdes, diharapkan aparatur desa dapat mengadovsi materi ataupun cara yang diberikan oleh pengusaha (pengelola). Ditempat usaha itu, aparatur desa langsung berkomunikasi dengan pemilik atau penanggung jawab bagaimana cara mengelola usaha dari awal sampai berhasil," ucap Restu.

Dengan bimtek ini, seluruh kepala desa dan perangkat desa berwenang di Kabupaten Nias Barat diharapkan harus mampu mengelola BUMdes. Karena itu merupakan kewajiban.

"Kita di Kabupaten Nias Barat optimis BUMdes akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan baik dan benar," tandasnya.

Terpisah, peserta Bimtek, Kepala Desa Lolohia, Kecamatan Mandehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Notatema Hia, mengatakan mengikuti Bimtek sangat bermanfaat. Menurutnya, Bimtek menambah wawasan dalam menjalankan tugas dan fungsi.

"Semangat pembangunan desa saat ini mengalami pergeseran makna dari yang sebelumnya hanya paradigma membangun, namun dengan regulasi sekarang paradigma tersebut berubah menjadi desa membangun yang berarti desa menjadi subjek atau pelaku pembangunan itu sendiri," katanya.

Dengan adanya perubahan paradigma tersebut dan banyaknya regulasi baru terkait desa serta meningkatnya dana yang harus dikelola desa membawa konsekuensi yang besar dan berat kepada apratur penyelenggara pemerintahan desa.

“Karena kedepan dituntut harus mempunyai kualitas SDM yang mampu melaksanakan tugas dan kewenangan masing-masing secara optimal, memiliki kreativitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memiliki pemahaman yang cukup dalam pengelolaan keuangan desa. Jadi Bimtek ini sangat baik," kata Notatema Hia.(sumuttimes/zat)